Menyambut Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan  (25 November) dan Hari Hak Asasi Manusia  (10 Desember)

INSTITUT UNGU

Institut Ungu  adalah sebuah organisasi seni budaya  feminis yang bekerja untuk mempromosikan kesetaraan gender dan hak asasi manusia, berdiri sejak 2003. 

Sejak Institut Ungu didirikan, organisasi ini telah menyelenggarakan berbagai kegiatan seni seperti produksi pertunjukkan teater, Festival April, yaitu festival seni feminis yang digelar pada 2003 untuk memperingati hari Kartini. Festival yang diprakarsai oleh Institut Ungu ini menjadi sebuah ajang untuk mempromosikan karya-karya para seniman dan penulis perempuan.

Mulai tahun 2006, Institut Ungu aktif memproduksi pertunjukan teater dengan mengangkat tema-tema pembebasan perempuan yang melibatkan para seniman profesional baik dari Indonesia maupun luar negeri. 

Tahun 2006-2007 bersama organisasi lainnya, Institut Ungu memproduksi Teater ‘Nyai Onstosoroh yang diadaptasi dari novel Bumi Manusia, karya Pramoedya Ananta Toer. Dipentaskan di Gedung Graha Bhakti Budaya, Jakarta, dan 10 kota lainnya di Indoensia oleh kelompok dan sutradara yang berbeda. 

Lalu pada 2010,  teater Nyai Ontosoroh dibuat dengan versi yang lebih pendek menjadi Mereka Memanggilku Nyai Ontosoroh dipentaskan di Bandung, Jakarta, Amsterdam, Den Haag (Belanda) dan di Anwerpen (Belgia) atas komisi Tropen Teater Amsterdam. 

Institut Ungu bekerja sama dengan Yayasan Pitaloka, dalam memproduksi pementasan monolog 3 perempuan yang berjudul Perempuan Menuntut Malam pada tahun 2008. Teater ini dipentaskan di tiga kota, yaitu di Jakarta pada 8-9 Maret, kemudian di Aceh pada 24 Maret, dan di Bandung pada 28-29 Maret.

Tahun 2010 merupakan tahun yang sangat produktif bagi Institut Ungu. Selain menyelenggarakan Festival April kedua dengan berbagai program yang sangat beragam seperti workshop, diskusi, seminar, dan pidato kebudayaan, ada pula pertunjukan seni tari, teater, dan musik. Institut Ungu juga mengadakan pameran foto yang bertema Desiring the Body. Secara khusus, Institut Ungu memproduksi teater berjudul Panggil Saya Kartini Saja, diangkat dari Kumpulan Surat-Surat Kartini yang dipentaskan di Goethe Haus Jakarta untuk acara Festival April. 

Selanjutnya, pada tahun 2011 Institut Ungu memproduksi sebuah teater berjudul Rumah Boneka terjemahan dan saduran dari karya Henrik Ibsen A Doll’s House yang dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta. Pertunjukkan teater ini mengisahkan tentang kehidupan sehari-hari kaum perempuan dan merupakan sebuah tema tentang penindasan, terlebih mengenai ide-ide feminisme dalam kehidupan rumah tangga. Rumah Boneka dipentaskan kembali di Bandung dan Aceh pada tahun berikutnya, yaitu tahun 2012 dan 2013.

Dalam rangka peringatan Hari Perempuan Internasional 2014, Institut Ungu memproduksi sebuah teater yang berjudul Nyanyi Sunyi Kembang-Kembang Genjer bertempat di Goethe Haus Jakarta. Naskah teater tersebut ditulis oleh Faiza Mardzoeki yang juga menjadi sutradara pertunjukkan teater ini.

 Selain itu, pertunjukkan teater berjudul SUBVERSIF! merupakan karya produksi Institut Ungu yang ke-9 pada tahun 2015. Teater ini dipentaskan di Jakarta dan Palangkaraya dengan melibatkan para seniman, akademisi, aktivis, mahasiswa, dan pemerintah.

 Di tahun 2017, Institut Ungu menjadi produser konser musik Dialita berkolaborasi dengan musisi-musisi muda antara lain Bonita, Kartika Jahja, Sita Nursati, Endah Laras, dll. Konser ini menampilkan lagu-lagu karya para perempuan yang pernah menjadi tahanan politik 1965.

2020, Institut Ungu sedang mempersiapkan sebuah proyek bertajuk Human Rights and Cultural Dialogue, sebuah kegiatan seni teater dan seminar hak asasi manusia di kampus. Proyek ini berangkat dari drama Waktu Tanpa Buku karya Lene Therese Teigen yang diterjemahkan oleh Faiza Mardzoeki, dengan mengangkat kisah para eksil politik Uruguay di Eropa.

Produksi Institut Ungu 2020